Co-profit
Cara Membangun Networking dalam Bisnis yang Benar-benar Bekerja

Cara membangun networking dalam bisnis yang benar-benar bekerja dimulai dari urutan yang benar, bukan dari banyaknya acara yang Anda datangi. Tentukan dulu siapa yang perlu Anda kenal, datang untuk memberi lebih dahulu, rawat dengan perhatian kecil yang berulang, jelaskan nilai Anda dengan jelas, lalu rapikan semuanya menjadi ritme yang berjalan tanpa Anda pikirkan.
Kalau Anda merasa nggak ngerti networking dan bingung harus mulai dari mana, jawabannya sederhana. Networking dalam bisnis dibangun lewat lima langkah berurutan: tentukan lebih dahulu siapa yang perlu Anda kenal, datang untuk memberi, rawat dengan perhatian kecil, rumuskan nilai Anda dengan jelas, lalu ubah semuanya jadi ritme yang berjalan sendiri. Yang membuat networking bekerja bukan keberanian bicara, tapi urutan langkahnya.
Saya sering bertemu pemilik bisnis yang mengeluh soal ini.
“Acara saya datangi. Kartu nama saya habis. Orang yang saya kenal tidak sedikit. Tapi saya tetap nggak tahu harus ngapain setelah pulang.”
Kalimat itu jarang lahir dari orang yang kurang supel. Biasanya itu tanda langkahnya dikerjakan dengan urutan terbalik.
Kenapa networking dalam bisnis sering terasa buntu?
Dalam pengalaman saya, ada tiga sebab yang paling sering muncul.
Yang pertama, kita mulai dari kebutuhan sendiri. Kita datang ke acara sambil membawa satu pertanyaan di kepala, kira-kira siapa di sini yang bisa jadi klien saya. Orang bisa merasakan itu dalam hitungan menit. Mereka tetap ramah, tapi percakapan berhenti di basa-basi.
Yang kedua, hubungan berhenti tepat setelah acaranya selesai. Pertemuan pertama dijalani dengan baik, lalu tidak pernah disentuh lagi. Padahal nama Anda melekat bukan di pertemuan pertama, tapi di pertemuan berikutnya.
Yang ketiga, tidak ada yang tahu harus mengirim siapa ke Anda. Saat orang bertanya Anda bekerja di bidang apa, jawaban kita terdengar seperti daftar kemampuan. Lawan bicara mengangguk sopan, tapi tidak ada satu kalimat pun yang bisa ia ulangi ke orang lain.
Tiga sebab itu berakar pada hal yang sama. Networking diperlakukan sebagai cara mengumpulkan orang, bukan cara merawat hubungan. Selama itu belum berubah, kerja keras Anda terasa seperti mendorong pintu yang terkunci.
Bagaimana lima langkah membangun networking dalam bisnis yang benar-benar bekerja?
Ini urutan yang saya pakai dan ajarkan ke pemilik bisnis.
-
Tentukan lingkaran Anda lebih dahulu. Tulis nama orang yang paling berpengaruh bagi bisnis Anda hari ini. Bukan seluruh kontak di ponsel, cukup lingkaran kecil yang benar-benar menentukan. Untuk setiap nama, catat satu hal, sudah sampai mana hubungan itu berjalan. Baru kenal, sudah nyaman, sudah percaya, atau sudah pernah bekerja bersama. Daftar pendek jauh lebih berguna daripada daftar panjang, karena Anda bisa merawatnya sampai selesai.
-
Datang untuk memberi, bukan untuk mengambil. Sebelum membuka percakapan, putuskan satu hal yang bisa Anda berikan. Informasi, pengalaman, akses, atau satu nama yang mungkin berguna untuknya. Pemberian kecil di awal mengubah seluruh nada percakapan. Orang tidak merasa sedang diincar, dan ia punya alasan untuk mengingat Anda.
-
Rawat dengan perhatian yang kecil. Ini bagian yang paling sering kelewatan, padahal paling menentukan. Beri perhatian penuh saat orang berbicara, ingat namanya, dan catat satu hal yang ia ceritakan sendiri. Dua atau tiga hari kemudian, kirim pesan pendek yang menyebut hal itu. Nggak perlu panjang dan nggak perlu menawarkan apa pun. Yang membuat orang merasa dilihat justru perhatian sekecil itu.
-
Rumuskan nilai Anda dengan jelas. Banyak hubungan berhenti bukan karena orang tidak suka pada Anda, tapi karena ia tidak tahu kapan harus menyebut nama Anda. Jadi bikin satu kalimat sederhana tentang masalah yang Anda selesaikan, sebutkan untuk siapa, dan jangan membesar-besarkan. Satu kalimat yang bisa diulang orang lain jauh lebih berharga daripada daftar kemampuan sepanjang satu halaman.
-
Rapikan semuanya menjadi ritme. Langkah satu sampai empat akan hilang dalam dua minggu kalau tidak dijadikan kebiasaan. Pilih satu atau dua nama dari daftar Anda tiap minggu, lalu hubungi tanpa meminta apa pun. Tanyakan kelanjutan hal yang pernah ia ceritakan, atau tawarkan bantuan kecil. Ritme ini yang membuat Anda tetap hidup di kepala orang lain saat peluangnya muncul.
Perlu Anda tahu satu hal soal daftar itu. Begitu namanya terasa seperti proyek yang harus diselesaikan, cara Anda berbicara akan berubah, dan orang bisa merasakannya. Daftar itu alat bantu ingatan, bukan target penjualan.
Kalau lima langkah ini terasa terlalu banyak untuk dimulai hari ini, tidak apa-apa. Yang penting jangan melompati langkah pertama. Semua langkah berikutnya bergantung pada satu hal, yaitu Anda tahu siapa yang sedang Anda bangun hubungannya. Selebihnya hanya soal mengulang, dan mengulang itu jauh lebih ringan daripada memulai dari nol setiap kali ada acara.
Seperti apa tanda networking Anda sudah mulai bekerja?
Tandanya halus dan jarang disadari saat baru muncul.
Orang mulai menyebut nama Anda saat ada peluang, walau Anda tidak sedang mencari. Ada yang bertanya kabar tanpa membawa kepentingan. Ada yang mengirimkan perkenalan lebih dahulu sebelum Anda memintanya. Ketika tiga hal itu muncul, yang bekerja bukan acara yang Anda datangi, tapi perhatian yang Anda ulang dalam waktu yang panjang.
Ini juga sebabnya networking yang benar-benar bekerja jarang terlihat seperti kerja keras. Ia lebih menyerupai kebiasaan bertanya kabar, yang dijalani lama tanpa menghitung hasil.
Selama bertahun-tahun saya melihat pola ini berulang, dan ini yang membuat saya menulis buku Tak Kenal Maka Tak Cuan. Untuk hari ini, cukup satu langkah. Buka daftar kontak Anda, pilih satu nama yang sudah lama tidak Anda sapa, lalu kirim satu pesan tanpa meminta apa pun.
Kalau Anda ingin membangun kebiasaan ini bersama orang lain, saya membuka Founders Circle. Di sana pemilik bisnis belajar hubungan bisnis bersama pemilik bisnis lain, saling menguatkan ritmenya, dan saling mengirim peluang tanpa diminta. Silakan buka halaman Founders Circle di situs ini kalau Anda ingin ikut di dalamnya.