Keterampilan

Peta 25 keterampilan.

Orang yang selalu diingat, disukai, dan dipercaya tidak dilahirkan begitu. Ini peta 25 keterampilan yang dipakai Dedy Dahlan dalam coaching, sesi panggung, dan buku Tak Kenal Maka Tak Cuan.

Authentic Connection

Tiga pilar, 6, 8, dan 11 keterampilan.

Setiap pilar menjawab satu anak tangga Kenal, Suka, Percaya, Cuan. Tidak perlu menguasai semuanya sekaligus. Biasanya ada dua atau tiga yang paling menentukan untuk situasi Anda sekarang.

Kenal: Anda dikenal dan diingat

Authenticity

Mengenal dan membawa diri

Saya punya sesuatu yang layak dibawa, dan saya tidak perlu menjadi orang lain.

  1. A1

    Kesadaran DiriSelf-Awareness

    Mengenali tipe kepribadian, nilai, kekuatan, gaya bicara, dan pemicu emosi sendiri sebelum memilih cara berhubungan dengan orang lain.

  2. A2

    Mengelola EmosiSelf-Regulation

    Tetap tenang dan tetap berguna saat ditekan, disanggah, atau diabaikan, tanpa memadamkan hal yang memang perlu disampaikan.

  3. A3

    Ekspresi Diri dan Cerita yang DiingatAuthentic Expression & Personal Storytelling

    Memperkenalkan diri dan apa yang dibawa dengan jelas, singkat, dan khas, tanpa berpura-pura menjadi orang lain.

  4. A4

    KehadiranPersonal Presence

    Membawa kontak mata, suara, postur, dan energi yang membuat orang merasa benar-benar ditemani saat bicara.

  5. A5

    Keberanian MemulaiConversation Initiation

    Membuka percakapan lebih dulu, masuk ruangan yang penuh orang asing, dan bicara di depan orang yang lebih senior.

  6. A6

    IntegritasIntegrity

    Menepati apa yang diucapkan, dan berani bilang tidak pada permintaan yang tidak tepat dengan cara yang tetap menjaga hubungan.

Suka: orang merasa nyaman dan dimengerti

Resonance

Memahami dan menyentuh orang lain

Orang lain lebih penting daripada kesan saya.

  1. R1

    Memberi PerhatianGiving Attention

    Hadir penuh untuk orang lain, mengingat nama dan hal pentingnya, supaya ia merasa benar-benar dilihat.

  2. R2

    Mendengar Sampai TuntasActive Listening

    Mendengar sampai orang selesai bicara, mengajukan pertanyaan yang membuka, lalu memantulkan inti pembicaraannya.

  3. R3

    Empati dan Melihat dari Sisi LainEmpathy & Perspective Taking

    Menangkap perasaan dan sudut pandang orang, termasuk yang tidak diucapkan, lalu menanggapinya dengan pengakuan yang pantas.

  4. R4

    Membaca OrangReading People

    Menangkap tipe orang, emosi, bahasa tubuh, dan konteks budaya atau hierarki sebelum memilih cara bicara.

  5. R5

    Menyesuaikan GayaAdaptive Communication

    Menyesuaikan cara menyampaikan pesan dengan orang yang dihadapi, tanpa kehilangan gaya dan pendirian sendiri.

  6. R6

    Rasa Aman dan KepercayaanRapport & Trust Building

    Membangun rasa aman, kredibel, dan bisa diandalkan lewat janji kecil yang ditepati sedikit demi sedikit.

  7. R7

    Merawat HubunganRelationship Nurturing

    Merawat hubungan dengan sengaja dan berirama, lintas waktu, tanpa menunggu ada kebutuhan bisnis.

  8. R8

    Percakapan SulitDifficult Conversations

    Menyampaikan ketidaksetujuan, konflik, dan masukan tanpa merusak hubungan yang sudah terbangun.

Percaya dan Cuan: pintu terbuka untuk kedua belah pihak

Co-profit

Membangun hubungan yang saling menguntungkan

Hubungan adalah investasi jangka panjang, bukan transaksi.

  1. C1

    Menemukan KebutuhanValue Discovery

    Mencari tahu masalah, tujuan, dan kepentingan orang lain lebih dulu, sebelum menyebut apa yang Anda tawarkan.

  2. C2

    Merumuskan TawaranValue Proposition

    Menjelaskan nilai yang Anda berikan dengan cara yang sesuai kebutuhan orang, tanpa membesar-besarkan apa yang bisa Anda kerjakan.

  3. C3

    Posisi yang DiingatPositioning & Category

    Menetapkan satu kategori kerja yang melekat pada nama Anda, supaya orang tahu kapan harus menyebut Anda.

  4. C4

    Memberi Lebih DuluContribution & Generosity

    Memberi informasi, akses, perhatian, dan perkenalan lebih dulu, tanpa menghitung balasan yang akan diterima.

  5. C5

    Menjadi PenghubungStrategic Introduction

    Mempertemukan orang yang saling butuh, dengan izin dan konteks yang cukup, supaya keduanya tahu alasannya.

  6. C6

    Kemitraan dan Kerja BersamaCollaboration & Co-Creation

    Mengubah hubungan baik menjadi pekerjaan bersama yang peran, hasil, dan pembagian keuntungannya jelas sejak awal.

  7. C7

    Komunitas dan EkosistemCommunity & Ecosystem

    Membangun atau menumbuhkan wadah tempat banyak orang saling menolong, dan memegang satu peran nyata di dalamnya.

  8. C8

    Layak DirekomendasikanReferral & Advocacy

    Membangun keadaan yang membuat orang yakin nama Anda aman disebut, bukan meminta rekomendasi dengan cara menagih.

  9. C9

    Dari Obrolan ke PeluangOpportunity Conversation

    Mengenali saat hubungan cukup percaya untuk membicarakan peluang dengan jelas, lalu membawanya ke langkah berikutnya.

  10. C10

    Negosiasi dan KomitmenMutual Negotiation & Commitment

    Mencapai kesepakatan yang jelas dan adil bagi dua pihak, termasuk berani memilih pekerjaan dan menetapkan nilai kerja.

  11. C11

    Tumbuh Setelah HasilRelationship Growth

    Merawat dan mengembangkan hubungan setelah pekerjaan selesai, supaya nilainya bertambah, bukan berhenti di satu hasil.

Tahu, Mau, Mampu

Tiga lapis di setiap keterampilan.

Latihan tidak dimulai dari teknik. Latihan dimulai dari memahami diri sendiri dan orang yang ingin Anda ajak terhubung.

Tahu

Apa yang perlu dipahami tentang diri dan orang lain?

Paham perbedaan tipe kepribadian dan tanda-tandanya.

Mau

Sikap dan mindset apa yang perlu ada?

Penasaran pada orang, bukan menghakimi.

Mampu

Perilaku apa yang terlihat orang lain?

Bisa membaca cara terbaik mendekati orang baru, lalu menyesuaikan.

Tanya jawab

Tentang keterampilan ini.

Apa itu Authentic Connection?

Authentic Connection adalah kerangka Dedy Dahlan dari buku Tak Kenal Maka Tak Cuan: Authenticity, Resonance, dan Co-profit, tiga kelompok keterampilan yang membuat orang diingat, disukai, dan dipercaya.

Apakah karisma bisa dilatih?

Bisa. Menurut Dedy Dahlan, orang karismatik bukan yang merebut perhatian, tapi yang memberi perhatian. Karisma adalah kebiasaan yang bisa dilatih, bukan bawaan lahir.

Apa bedanya dengan pelatihan komunikasi biasa?

Komunikasi hanya salah satu bagiannya. Dedy Dahlan melatih 25 keterampilan membangun hubungan, dan latihannya dimulai dari mengenal diri sendiri dan orang yang ingin Anda ajak bicara, sebelum masuk ke teknik.

Dari mana harus mulai?

Dari situasi yang paling terasa sekarang, misalnya grogi di depan orang, susah dipercaya klien baru, atau sering terpancing saat dibantah. Dalam percakapan awal, Anda dan Dedy memilih dua atau tiga keterampilan yang paling menentukan.

Mulai dari satu

Keterampilan mana yang Anda butuhkan?

Ceritakan situasinya. Dalam 20 menit kita cari dua atau tiga keterampilan yang paling menentukan untuk Anda sekarang.

Mulai percakapan →

Percakapan awal 20 menit, tanpa biaya.