Keterampilan

Peta 18 keterampilan.

Orang yang selalu diingat, disukai, dan dipercaya tidak dilahirkan begitu. Ini peta 18 keterampilan yang dipakai Dedy Dahlan dalam coaching, sesi panggung, dan buku Tak Kenal Maka Tak Cuan.

Authentic Connection

Tiga pilar, enam keterampilan masing-masing.

Setiap pilar menjawab satu anak tangga Kenal, Suka, Percaya, Cuan. Tidak perlu menguasai semuanya sekaligus. Biasanya ada dua atau tiga yang paling menentukan untuk situasi Anda sekarang.

Kenal: Anda dikenal dan diingat

Authenticity

Mengenal dan membawa diri

Saya punya sesuatu yang layak dibawa, dan saya tidak perlu menjadi orang lain.

  1. A1

    Kesadaran diri

    Mengenal tipe kepribadian, nilai, kekuatan, gaya komunikasi, dan pemicu emosi sendiri.

  2. A2

    Mengelola emosi

    Tetap tenang saat ditekan, disanggah, atau diabaikan. Tidak reaktif.

  3. A3

    Kehadiran dan bahasa tubuh

    Kontak mata, suara, postur, dan energi. Hadir penuh, bukan sibuk dengan diri sendiri.

  4. A4

    Keberanian sosial

    Memulai percakapan, masuk ruangan penuh orang asing, dan bicara di depan umum.

  5. A5

    Cerita diri yang diingat

    Memperkenalkan diri dan apa yang Anda bawa dengan jelas, singkat, dan khas.

  6. A6

    Integritas

    Kata sama dengan perbuatan. Berani bilang tidak dengan cara yang baik.

Suka: orang merasa nyaman dan dimengerti

Resonance

Memahami dan menyentuh orang lain

Orang lain lebih penting daripada kesan saya.

  1. R1

    Memberi perhatian

    Inti karisma. Mengingat nama dan detail, membuat orang merasa dilihat.

  2. R2

    Mendengarkan dan bertanya

    Mendengar sampai tuntas, bertanya yang membuka, lalu memantulkan intinya.

  3. R3

    Membaca orang

    Membaca kepribadian, emosi, bahasa tubuh, serta konteks budaya dan hierarki.

  4. R4

    Menyesuaikan gaya

    Menyesuaikan cara bicara dan mendekati dengan orangnya, tanpa kehilangan diri.

  5. R5

    Mengangkat orang

    Empati, validasi, apresiasi yang spesifik, dan memberi panggung kepada orang lain.

  6. R6

    Menyampaikan pesan

    Jelas, ringkas, dan bercerita. Di rapat, presentasi, maupun tulisan.

Percaya dan Cuan: pintu terbuka untuk kedua belah pihak

Co-profit

Membangun hubungan yang saling menguntungkan

Hubungan adalah investasi jangka panjang, bukan transaksi.

  1. C1

    Membangun kepercayaan

    Kredibilitas, keandalan, kedekatan, dan tidak mendahulukan kepentingan diri.

  2. C2

    Memberi lebih dulu

    Membantu, berbagi, dan memperkenalkan orang tanpa menghitung.

  3. C3

    Networking

    Masuk ke lingkaran baru, menindaklanjuti, dan merawat relasi bertahun-tahun.

  4. C4

    Memengaruhi dan meminta

    Meyakinkan secara etis, dan berani meminta rekomendasi atau keputusan.

  5. C5

    Negosiasi

    Mencari kepentingan di balik posisi, sampai ke kesepakatan yang adil.

  6. C6

    Menyikapi ketidaksetujuan

    Percakapan sulit, konflik, dan masukan, tanpa merusak hubungan.

Tahu, Mau, Mampu

Tiga lapis di setiap keterampilan.

Latihan tidak dimulai dari teknik. Latihan dimulai dari memahami diri sendiri dan orang yang ingin Anda ajak terhubung.

Tahu

Apa yang perlu dipahami tentang diri dan orang lain?

Paham perbedaan tipe kepribadian dan tanda-tandanya.

Mau

Sikap dan mindset apa yang perlu ada?

Penasaran pada orang, bukan menghakimi.

Mampu

Perilaku apa yang terlihat orang lain?

Bisa menebak cara terbaik mendekati orang baru, lalu menyesuaikan.

Tanya jawab

Tentang keterampilan ini.

Apa itu Authentic Connection?

Authentic Connection adalah kerangka Dedy Dahlan dari buku Tak Kenal Maka Tak Cuan: Authenticity, Resonance, dan Co-profit, tiga kelompok keterampilan yang membuat orang diingat, disukai, dan dipercaya.

Apakah karisma bisa dilatih?

Bisa. Menurut Dedy Dahlan, orang karismatik bukan yang merebut perhatian, tapi yang memberi perhatian. Karisma adalah kebiasaan yang bisa dilatih, bukan bawaan lahir.

Apa bedanya dengan pelatihan komunikasi biasa?

Komunikasi hanya salah satu bagiannya. Dedy Dahlan melatih 18 keterampilan membangun hubungan, dan latihannya dimulai dari mengenal diri sendiri dan orang yang ingin Anda ajak bicara, sebelum masuk ke teknik.

Dari mana harus mulai?

Dari situasi yang paling terasa sekarang, misalnya grogi di depan orang, susah dipercaya klien baru, atau sering terpancing saat dibantah. Dalam percakapan awal, Anda dan Dedy memilih dua atau tiga keterampilan yang paling menentukan.

Mulai dari satu

Keterampilan mana yang Anda butuhkan?

Ceritakan situasinya. Dalam 20 menit kita cari dua atau tiga keterampilan yang paling menentukan untuk Anda sekarang.

Mulai percakapan →

Percakapan awal 20 menit, tanpa biaya.