Cerita singkatnya.
Saya belajar koneksi dari ibu saya.
Ibu saya bukan pebisnis, bukan tokoh publik. Tapi rumah kami selalu ramai oleh orang yang datang bukan karena ada maunya, melainkan karena merasa disambut. Butuh bertahun-tahun bagi saya untuk memahami apa yang ia lakukan, dan bahwa itu bisa dipelajari siapa saja.
Saya membaca ruangan seperti membaca lukisan.
Saya belajar seni rupa di ITB. Dari sana saya belajar bahwa cara menyampaikan sesuatu sama pentingnya dengan isinya. Itu yang kemudian menjadi pekerjaan saya: membuat orang mau mendengar, dan membuat orang merasa didengar.
Kenapa praktik ini terpisah.
Saya mendirikan Mitologi Inspira untuk tim di perusahaan. Praktik pribadi ini saya jaga terpisah, karena sebagian pekerjaan memang milik satu orang, dan dikerjakan dalam kepercayaan.
